PELAYANAN POSYANDU SEHAT NEGARA KUAT
Labulia Tampil Unggul di Lomba Posyandu NTB 2025
Hari ini (Selasa, 02/12/2025), Posyandu Cempaka II di Dusun Tandek, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, menjadi pusat perhatian. Suasana penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi NTB 2025 terasa hangat, meski diwarnai ketelitian juri dan aktivitas kader yang sibuk menyiapkan pelayanan enam SPM.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., bersama Kepala Dinas PMD, Lalu Rinjani, Camat Jonggat, Kepala Desa Mahjad, S.Pd., dan tim pembina posyandu hadir langsung. Kehadiran mereka menegaskan Labulia sebagai desa yang menonjol, bukan sekadar lokasi penilaian biasa.
Kader posyandu bekerja dengan antusias. Mereka membuat alat peraga belajar dari bahan sederhana mengikuti video tutorial YouTube. Meskipun alat terbatas, kreativitas dan ketelitian mereka memadukan fungsi edukatif dan estetika, menjadi bukti nyata semangat gotong royong di desa.
Kepala Desa Mahjad, S.Pd., mengatakan, “Kami bangga dengan semangat kader. Mereka memanfaatkan peralatan seadanya untuk membuat alat peraga belajar, sehingga pelayanan enam SPM dapat berjalan optimal. Semua ini dilakukan dengan hati dan dedikasi yang tinggi.”
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., menambahkan, “Kehadiran kami bukan sekadar seremonial. Labulia menunjukkan kesiapan, kreativitas, dan kerja sama yang luar biasa. Desa ini memperlihatkan kualitas layanan posyandu yang unggul dan bisa menjadi contoh bagi desa lain.”
Kepala Dinas PMD Lombok Tengah, Lalu Rinjani, menilai, Labulia telah menjadi teladan dalam penerapan LKD dan integrasi enam bidang SPM. Desa ini tidak hanya menekankan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, dan perlindungan sosial.
Menurut Bu Ties, Kabid Kelembagaan PMD Lombok Tengah, keunggulan Labulia terlihat pada implementasi LKD dan layanan enam SPM secara optimal. “Kader bekerja maksimal, inovatif, dan disiplin. Labulia jelas menjadi kandidat kuat untuk meraih juara tingkat provinsi,” ujarnya.
Pembentukan posyandu di Labulia diawali musyawarah desa dan diterbitkan Perdes LKD yang menegaskan posyandu sebagai bagian dari lembaga desa. Kepala desa kemudian mengeluarkan SK pendirian, SK tim pembina, SK kepengurusan, dan SK kader untuk melaksanakan layanan enam SPM.
Hari itu, Posyandu Labulia tidak hanya menjadi lokasi penilaian, tapi juga panggung bagi kreativitas, gotong royong, dan dedikasi kader. Dengan persiapan matang, kerja keras, dan inovasi sederhana, Labulia diyakini berpeluang besar meraih juara di tingkat Provinsi NTB 2025.
Di sela kesibukan, terlihat senyum bangga para kader. Alat peraga belajar sederhana, ruang pelayanan yang tertata rapi, dan interaksi hangat dengan warga menggambarkan posyandu modern yang tidak hanya melayani, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa secara menyeluruh.
