Pelatihan SDGs Desa di Bunut Baok Tekankan Akurasi Data dan Disiplin Pendataan
Peserta mengikuti Pelatihan Pemutakhiran Data SDGs Desa di Aula Kantor Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (22/1/2026). Pelatihan ini menekankan pentingnya akurasi dan disiplin pendataan sebagai dasar perencanaan pembangunan desa.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman teknis peserta terkait seluruh tahapan pemutakhiran data SDGs Desa. Data diposisikan sebagai dasar perencanaan pembangunan desa, bukan semata kewajiban administrasi, melainkan rujukan kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa akurasi data sangat ditentukan oleh kesesuaian antara kondisi lapangan dan informasi yang diinput. “Data yang baik lahir dari proses yang jujur, teliti, dan mengikuti indikator yang telah ditetapkan,” ujarnya di hadapan peserta.
Narasumber menjelaskan tahapan pemutakhiran data secara rinci, mulai dari persiapan pendataan, pembagian wilayah kerja relawan, teknik wawancara keluarga, hingga proses input dan validasi. Seluruh tahapan tersebut, menurutnya, harus dilakukan secara berurutan dan tidak bisa dipisahkan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Sejumlah relawan dan perangkat desa menyampaikan tantangan lapangan, seperti perbedaan data antar sumber, keterbatasan waktu pendataan, serta keraguan dalam menentukan kategori indikator pada beberapa variabel SDGs Desa.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menekankan pentingnya proses validasi berlapis. “Validasi bukan sekadar mengecek angka, tetapi memastikan data benar-benar mencerminkan kondisi warga,” katanya, seraya menekankan pentingnya komunikasi antarrelawan dan pemerintah desa.
Pendamping Desa Kecamatan Praya, Ema Listiawati, menyampaikan bahwa pemutakhiran data SDGs Desa menuntut kerja tim yang solid dan disiplin. “Pendataan tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Kuncinya ada pada komitmen tim dan kepatuhan pada mekanisme,” ujarnya.
Ema menambahkan bahwa pendamping desa akan terus mengawal proses pendataan hingga tahap validasi. “Kami akan memastikan proses input berjalan sesuai prosedur, agar data yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar menggambarkan kondisi riil desa,” katanya.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Desa Bunut Baok menyepakati langkah tindak lanjut berupa pembentukan tim pendataan, penyusunan jadwal pemutakhiran data, serta pembagian tugas relawan secara proporsional untuk menjamin efektivitas pelaksanaan di lapangan.
Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal awal bagi desa dalam melaksanakan pemutakhiran data secara mandiri dan berkelanjutan. Pengetahuan teknis yang diperoleh peserta akan diuji melalui praktik langsung dalam proses pendataan di lapangan.
Peserta juga didorong memanfaatkan hasil SDGs Desa dalam perencanaan pembangunan. Data yang terkumpul diharapkan menjadi dasar penyusunan program desa agar lebih tepat sasaran, responsif terhadap kebutuhan warga, dan selaras dengan kondisi sosial ekonomi setempat.
Pelaksanaan pelatihan di Desa Bunut Baok mencerminkan upaya memperkuat tata kelola data desa. Dengan data yang akurat dan terkelola baik, pemerintah desa diharapkan mampu merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
