Dikejar Deadline dan Evaluasi Ketat! Rakor Lombok Tengah Tuntaskan Soal Evkin, BPJS, dan Blog
Suasana Rapat Koordinasi Kabupaten Lombok Tengah di Aula Camat Praya, diikuti TPP lintas level, membahas evaluasi kinerja, DRP Evkin, BUMDes, dan program strategis desa.
NEWS, P3MD Lombok Tengah. Rapat Koordinasi Kabupaten Lombok Tengah digelar 22 April 2026 di Aula Kantor Camat Praya. Kegiatan ini mempertemukan seluruh Tenaga Pendamping Profesional lintas level dalam menyatukan langkah program.
Acara yang diselenggarakan TAPM Lombok Tengah ini dihadiri Korprov dan HRD
TPP NTB, serta seluruh unsur TPP, mulai dari TAPM, Pendamping Desa, hingga
Pendamping Lokal Desa.
Korkab Lombok Tengah, Lalu Mustanadi, membuka kegiatan dengan menyampaikan
apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia menegaskan rakor menjadi ruang
konsolidasi sekaligus evaluasi kinerja.
“Rakor ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi momentum menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan target program dapat
tercapai secara optimal,” ujarnya.
Dalam pengantarnya, ia juga menjelaskan tujuan rakor, agenda utama, serta
output yang diharapkan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas
pendampingan yang terukur dan berkelanjutan.
Korprov NTB, Abdul Zohri, dalam arahannya mengingatkan pentingnya menjaga
soliditas tim. Ia menegaskan peningkatan kinerja harus berjalan seiring
kedisiplinan pelaporan.
“Kita harus menjaga ritme kerja, memperkuat soliditas, dan memastikan semua
data program terlaporkan secara berkala. Ini menjadi indikator utama
keberhasilan pendampingan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa progres Lombok Tengah tergolong baik, namun
konsistensi tetap menjadi kunci. Pelaporan mingguan dan koordinasi berjenjang
harus terus dijaga.
Menanggapi isu potongan BPJS Ketenagakerjaan, Abdul Zohri memastikan tidak
ada dana yang hilang. Semua potongan akan disetorkan sesuai ketentuan yang
berlaku.
“Yang sudah terpotong, baik melalui bank maupun mekanisme lainnya, akan
tetap disetorkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Ini sudah menjadi komitmen program,”
jelasnya.
Koordinasi internal juga ditegaskan tetap berjalan melalui grup komunikasi
yang ada. Media digital dinilai menjadi instrumen penting dalam menjaga
komunikasi tim.
Pada sesi materi, Korkab memaparkan agenda strategis, mulai dari Bimtek
aplikasi DRP Evkin hingga pendaftaran dan pemeringkatan BUMDes dan BUMDesma.
Dalam pemaparan DRP Evkin, dijelaskan perubahan mekanisme evaluasi kinerja
tahun 2026 yang kini melibatkan tiga pihak dalam rangka menjamin objektivitas
penilaian berbasis dashboard.
“Evaluasi sekarang lebih komprehensif karena melibatkan pusat, PPK, dan
pengguna layanan. Ini menuntut kita bekerja lebih terukur dan profesional,”
ujar Lalu Mustanadi.
Peserta juga langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi DRP Evkin. Metode
ini membantu TPP memahami teknis pengisian secara lebih mendalam.
Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa diminta melakukan asistensi kepada
pemerintah desa dan kecamatan. Target evaluasi triwulan pertama harus rampung
sebelum 30 April 2026.
Pada sesi berikutnya, PIC BUMDes Provinsi, Fakhruddin, memaparkan progres
pendaftaran nama, badan hukum, dan pemeringkatan BUMDes di Lombok Tengah.
“Progres kita masih perlu digenjot, terutama pada pemeringkatan. Ini harus
menjadi perhatian bersama agar target nasional bisa tercapai tepat waktu,”
ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh TPP harus segera menuntaskan ketiga aspek
tersebut. Target penyelesaian ditetapkan paling lambat 20 Mei 2026.
Peserta juga diberikan panduan teknis untuk mempercepat proses pendaftaran
dan pemeringkatan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan capaian Lombok
Tengah.
Sosialisasi program magang ke Jepang juga menjadi perhatian dalam rakor.
Program ini membuka peluang bagi pemuda desa untuk mendapatkan pengalaman kerja
internasional sebagai bagian dari giat pemberdayaan dan pembinaan.
Diskusi berlangsung aktif guna memperjelas syarat dan mekanisme program.
TPP diharapkan menjadi jembatan informasi bagi masyarakat desa.
Materi terakhir disampaikan oleh PIC Media, Sabirin, yang membahas pembuatan
blog dan teknik penulisan konten.
“Blog bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi wajah kita di ruang publik.
Dari sini masyarakat bisa melihat kerja-kerja pendampingan secara nyata,”
ungkapnya.
Pelatihan ini juga disertai praktik langsung. Metode ini membuat peserta
lebih cepat memahami teknis pembuatan dan pengelolaan blog.
Disepakati setiap TPP membuat blog pribadi dan mendampingi kecamatan. Target
penyelesaian blog ditetapkan dalam waktu satu minggu ke depan.
Rakor ditutup dengan penegasan komitmen bersama meningkatkan kinerja. Seluruh peserta diharapkan menindaklanjuti hasil rakor sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan.
