Menjaga Mutu Pembangunan Desa dari Hulu: Monev Cek Dam di Praimeke Praya Tengah
Proses monitoring dan evaluasi pembangunan cek dam di Desa Praimeke, Praya Tengah, yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, dilakukan melalui peninjauan langsung kondisi fisik bangunan, pengecekan kualitas konstruksi, serta kesesuaian dengan rencana kerja. Tim memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar teknis, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan air serta pertanian masyarakat desa.
NEWS, P3MD Lombok Tengah. Monitoring dan evaluasi pembangunan
infrastruktur desa Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan di Desa Praimeke, Kecamatan
Praya Tengah, Kamis, 30 April 2026.
Kegiatan ini memusatkan perhatian pada pembangunan cek dam sebagai upaya
menjaga ketersediaan air sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian
masyarakat setempat.
Tim monitoring dan evaluasi turun langsung ke lokasi guna memastikan
kualitas pekerjaan serta kesesuaian pelaksanaan dengan rencana yang telah
disepakati.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi PMD Kecamatan Praya Tengah, Koordinator
TPP Kabupaten Lombok Tengah Lalu Mustanadi, Tenaga Ahli Pemberdayaan
Masyarakat, serta Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa wilayah Praya
Tengah.
Turut hadir pula Pelaksana Kegiatan Anggaran dan Sekretaris Desa yang
terlibat langsung dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh terhadap struktur cek dam, termasuk
kondisi fisik bangunan dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
“Kualitas pembangunan harus dijaga agar infrastruktur ini benar-benar
bermanfaat dan bertahan lama,” ujar Kasi PMD Kecamatan Praya Tengah di sela
kegiatan.
Ia menegaskan bahwa setiap tahapan pekerjaan wajib mengikuti standar teknis
dan administrasi yang telah ditetapkan dalam perencanaan pembangunan desa.
Koordinator TPP Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Mustanadi, menegaskan bahwa
monitoring menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pembangunan desa.
“Monitoring ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga pembinaan agar tata
kelola pembangunan desa semakin baik,” kata Lalu Mustanadi.
Menurutnya, keberadaan cek dam sangat penting dalam menjaga ketersediaan air,
terutama saat musim kemarau yang kerap memengaruhi hasil pertanian.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat menilai keberhasilan pembangunan tidak
cukup diukur dari hasil fisik semata, tetapi juga keberlanjutan manfaatnya.
“Yang terpenting adalah bagaimana bangunan ini memberi dampak jangka panjang
bagi masyarakat,” ujarnya.
Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa turut memberikan masukan teknis
guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai prinsip partisipatif.
Sekretaris Desa Praimeke menyampaikan bahwa pembangunan cek dam merupakan
hasil kesepakatan masyarakat melalui musyawarah desa.
“Ini kebutuhan prioritas warga, terutama untuk mendukung pertanian dan
mengurangi risiko kekeringan,” kata Sekretaris Desa.
Pelaksana Kegiatan Anggaran menjelaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan
telah dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja dan anggaran yang disepakati.
Tim monitoring juga memberikan sejumlah catatan perbaikan yang perlu segera
ditindaklanjuti untuk menyempurnakan hasil pembangunan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah desa, pendamping,
dan kecamatan semakin kuat dalam menjaga kualitas pembangunan.
“Harapannya, pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup salah satu anggota tim monitoring.