Pesan Keras Korprov NTB Soal Blog: Jangan Cuma Dibuat Lalu Ditinggal!
Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Lombok Tengah mengikuti pelatihan pembuatan blog dan konten dalam rangka Rakor Kabupaten, dengan arahan langsung dari Korprov dan Korkab.
NEWS, P3MD Lombok Tengah. Pelatihan pembuatan blog dan konten diikuti seluruh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kabupaten Lombok Tengah dalam rangkaian Rapat Koordinasi Kabupaten yang berlangsung dinamis dan partisipatif.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Koordinator Provinsi, Abdul Zohri, serta dipimpin oleh Koordinator Kabupaten Lombok Tengah yang menekankan penguatan kapasitas digital pendamping desa.
Pelatihan teknis pembuatan blog dan pengelolaan konten dipandu oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat penanggung jawab data dan informasi Kabupaten Lombok Tengah, Sabirin, secara sistematis dan aplikatif.
Peserta mendapatkan materi mulai dari pembuatan akun blog, pengaturan tampilan, hingga teknik dasar menulis konten yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Koordinator Kabupaten Lombok Tengah dalam arahannya menegaskan bahwa blog desa harus menjadi media aktif untuk menunjukkan kerja-kerja pendamping di lapangan.
“Blog ini bukan sekadar dibuat untuk memenuhi kewajiban. Harus ada isi yang terus diperbarui agar publik mengetahui aktivitas yang dilakukan di desa,” ujarnya.
Ia mendorong seluruh pendamping desa agar menjadikan blog sebagai sarana dokumentasi sekaligus publikasi kegiatan yang dilakukan setiap hari.
Sementara itu, Koordinator Provinsi Abdul Zohri memberikan penekanan tegas agar blog yang telah dibuat tidak dibiarkan tanpa konten.
“Jangan cuma dibuat lalu ditinggal. Blog itu harus hidup, harus diisi terus dengan kegiatan-kegiatan yang ada di desa,” kata Abdul Zohri.
Ia mengingatkan bahwa banyak blog yang akhirnya tidak terurus karena pengelolanya tidak konsisten dalam memperbarui isi.
“Kalau tidak diisi, nanti bisa jadi kerjiman, istilah Sasak yang berarti angker. Ini yang harus dihindari oleh pendamping desa,” tambahnya.
Menurutnya, membuat konten blog tidak harus rumit dan bisa dilakukan dengan memanfaatkan laporan harian pendamping sebagai bahan utama tulisan.
“Ambil saja dari Daily Report Pendamping, tambahkan foto kegiatan, lalu beri keterangan singkat. Itu sudah cukup menjadi konten yang baik,” ujarnya.
Pelatih dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat menjelaskan bahwa setiap aktivitas pendamping sebenarnya memiliki nilai informasi yang dapat dibagikan melalui blog.
“Pendamping tidak perlu bingung mencari bahan. Hampir semua kegiatan harian bisa dijadikan konten jika dikemas dengan sederhana dan jelas,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan menulis agar blog tetap terisi secara berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan.
“Mulai saja dari hal kecil. Yang penting konsisten. Seiring waktu, kemampuan menulis dan kualitas konten pasti akan meningkat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi, ditandai dengan keaktifan peserta dalam berdiskusi serta langsung mempraktikkan pembuatan blog dan konten.
Melalui pelatihan ini, diharapkan pendamping desa di Lombok Tengah mampu mengelola blog secara aktif, konsisten, dan menjadikannya media informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
