Pemutakhiran Data Stunting e-HDW di Pringgarata Capai 99,62 Persen

------
Seluruh KPM se-Kecamatan Pringgarata, Pendamping Desa (PD) Pringgarata (Mursalin), bersama PIC e-HDW Kabupaten Lombok Tengah, saat melalukan pemantauan dan koordinasi data e-HDW di Kantor Camat Pringgarata.
-------
Lombok Tengah, P3MD— Mulai Bulan Juli, seluruh KPM di Kecamatan Pringgarata bergerak melakukan finalisasi dan sinkronisasi data keluarga berisiko stunting. Pemutakhiran ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat pencatatan mengenai intervensi gizi dan layanan dasar bagi masyarakat.
Hasil capaian kali ini menunjukkan peningkatan yang patut diapresiasi. Desa Bagu menempati posisi tertinggi dengan capaian 99,62 persen, disusul Arjangka sebesar 99,3 persen, dan Sisik sebesar 98,5 persen. Ketiganya menjadi contoh nyata komitmen KPM dan perangkat desa terhadap perbaikan data.
Desa Pringgarata menyusul dengan capaian 96,72 persen, sementara Pemepek mencapai 85,1 persen. Keduanya menunjukkan konsistensi dalam menjaga ketepatan waktu dan ketelitian dalam proses entri data e-HDW.
Sementara itu, Sintung memperoleh capaian 72,27 persen, Taman Indah sebesar 70,52 persen, dan Sepakek sebesar 64,24 persen. Ketiganya berkomitmen untuk menyelesaikan sisanya pada awal November agar target seratus persen dapat tercapai.
Adapun Menemeng mencatat 53,71 persen, Bilebante 40,88 persen, dan Murbaya 30,45 persen. Meskipun capaian masih rendah, desa-desa ini telah menyusun rencana percepatan melalui koordinasi dengan Pendamping Desa (PD) Mursalin, bidan desa, dan kader posyandu.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Lombok Tengah, Sabirin, selaku PIC e-HDW, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Menurutnya, kerja keras para KPM dengan, pendamping desa, dan tenaga kesehatan patut diacungi jempol.
“Capaian hampir seratus persen di sebagian besar desa Pringgarata menunjukkan keseriusan semua pihak dalam memastikan data stunting selalu mutakhir,” ujar PIC e-HDW saat memberikan keterangan.
Ia menegaskan bahwa data akurat menjadi dasar intervensi yang tepat sasaran. Karena itu, setiap desa diharapkan terus meningkatkan kolaborasi lintas sektor agar angka stunting dapat ditekan secara berkelanjutan.
Pemutakhiran data melalui aplikasi e-HDW bukan hanya kegiatan administratif, tetapi langkah strategis membangun sistem informasi kesehatan desa yang lebih tangguh. Melalui data ini, pemerintah dapat mengetahui kondisi gizi keluarga secara real time.
PIC e-HDW juga menekankan pentingnya konsistensi pelaporan dan pendampingan teknis kepada desa dengan capaian rendah. Pendamping Desa diminta aktif membantu agar proses validasi dan verifikasi berjalan lancar.
Selain itu, koordinasi antara KPM, pendamping desa, kader posyandu, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan, perlu terus diperkuat. Mereka adalah ujung tombak yang memastikan setiap anak tercatat dan mendapatkan layanan gizi sesuai kebutuhannya.
Dengan semangat kolaboratif tersebut, menurut PIC e-HDW, Kecamatan Pringgarata diharapkan menjadi salah satu wilayah percontohan dalam pengelolaan data stunting berbasis digital di Kabupaten Lombok Tengah.
Capaian tinggi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara KPM, Pendamping Desa, Kader Posyandu, Pemerintah Desa mampu menghadirkan perubahan nyata dalam upaya menurunkan angka stunting.